Senin, 04 April 2011

the analogy from Bawa Muhaiyaddeen, the Sufist

Ketika air hujan berkumpul dan akan ada bahaya dari banjir, apa yang kita butuhkan adalah sebuah bendungan untuk menampung air.

Kita memilih untuk menghentikan laju air atau mengalihkannya. Hal yang sama, ketika pikiran kekanakan membanjiri akal pikiran dan kearifan kita dengan air yang keruh dari keraguan dan ketidakpedulian, apa yang kita butuhkan adalah bendungan dari kearifan dan iman yang sempurna.

Kita harus memilih apakah mengalihkan pikiran-pikiran keruh mengalir menuju lautan ilusi atau menampung air yang keruh dengan bendungan yang kuat untuk mengalirkannya menuju danau. Jika bendungan dari iman dan kearifan yang sempurna bisa dibangun, kotoran akan mengendap kedasar danau, dan engkau akan bisa menggunakan airnya yang bersih untuk diminum atau untuk menyediakan air bagi ternak-ternak dan ladangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar