Jumat, 12 Maret 2010

my fenom assignments: review of OSAMA movie

last week, i watched 'osama' in my fenomenologi class. in this class, the students will learn what are the effects of religion's diversity and how to solve it.
OSAMA tells us bout a story of a girl who disguise as a boy for the sake of her family's sustainability. you will see how cruel the taliban treats people in afganistan, especially for women. the right of women here really never acknowledge by them. taliban uses religion to mask their cruel action! briefly,this movie really capture what happen in afganistan and again, make you thank that destiny put your birth in this country, at least not like in afganistan when everything seems like a havoc and miserable.

this is my brief assignments:
1.Apa komentar spontan Anda ketika menonton film ini?
Komentar spontan saya ketika menonton film ini adalah Taliban memang sangat kejam. Saya tidak habis pikir untuk apa Taliban melakukan hal-hal seperti itu, apakah untuk menegakkan ajaran agama atau sekedar untuk kepentingan pribadinya. Saya sangat prihatin akan nasib masyarakat disana yang diperbudak dengan Taliban, terutama kaum wanita dan anak-anak. Setelah menonton film ini, saya menjadi merasa bersyuku bahwa saya tinggal di Indonesia yang walaupun banyak orang yang berfanatisme tinggi dengan agamanya, tetapi setidaknya saya tidak harus diperbudak dengan satu agama.

2.Apa peran agama dalam kemerdekaan umat manusia, terutama untuk wanita?
Peran agama secara general sebenarnya adalah untuk menjadi sarana manusia kepada Tuhan dengan ajarannya yang mengharuskan manusia berbuat baik. Entah itu berbuat baik dengan hewan, lingkungan, atau sesama manusianya. Pada dasarnya manusia mempunyai hak asasi, hak yang sudah melekat pada diri manusia masing-masing ketika pertama kali seseorang muncul di bumi sebagai manusia. Hak asasi ini disebut juga hak hidup karena memang hak ini adalah yang melindungi manusia dalam menjalani aktivitas nya sehari-sehari dalam kehidupannya. Selama ia tidak melanggar hak asasi orang lain, hak ia pun akan tetap dijunjung. Berarti seharusnya, setiap orang mempunyai kemerdekaannya sendiri-sendiri, merdeka dari kehendak orang lain. Entah itu pria atau wanita, menurut ajaran agama, di hadapan Tuhan, mereka adalah sederajat, tidak ada yg lebih special dan sudah seharusnya juga pria dan wanita diperlakukan sama di dalam kehidupan nyata. Jangan menjadikan gender sebagai justifikasi untuk menganggap remeh seseorang. Jadi, seharusnya peran agama terhadap semua manusia –entah itu pria atau wanita- adalah menyediakan dasar ajaran agamanya dengan benar agar setiap orang mau untuk berbuat baik terhadap sesama. Saya adalah orang yang percaya bahwa semua agama pada dasarnya adalah baik, tetapi semua itu kembali lagi kepada orang-orang yang mengintepretasikannya.

3.Apa kaitan agama dan kemanusiaan dari adegan film ini?
Kaitan agama dan kemanusiaan dalam film ini adalah bagaimana sebuah ajaran agama disalahgunakan atau digunakan sebagai topeng untuk menutupi sebuah kejahatan masal. Ajaran agama disini digunakan untuk merenggut kemerdekaan orang. Misalnya kemerdekaan wanita untuk berjalan sendiri, untuk tidak memakai burka, untuk bekerja dan mendapatkan gaji yang sesuai dengan pekerjaannya, untuk menghukum seseorang karena kesalahan yang sebenarnya bukan kesalahan, seperti wartawan yang mengambil gambar keadaan di Afganistan. Dalam film ini, seolah-olah perempuan dianggap lebih rendah, perempuan dianggap hanya sebagai alat untuk memuaskan nafsu lelaki, mengurus anak, mengurus suami. Perempuan tidak pernah dianggap lebih dari itu. Agama dijadikan tameng bahwa perempuan seharusnya menutup auratnya, tapi apakah semua bagian tubuh dari seorang wanita dikatakan aurat? Apabila kita menganalisa lebih dalam lagi yang dikatakan aurat adalah bagian tubuh yang dapat membuat terangsang. Jika begitu, kenapa pria juga tidak menggunakan burka? Toh wanita juga bisa saja terangsang dengan pria. Lagipula nterangsang itu tidak muncul dari aurat tubuh,tapi pikiran manusianya sendiri. Sebenarnya burka dulu dipakai karena pertama kali Islam muncul di daerah Arab yang notabene banyak gurun pasir, jadi agar tidak terkena debunya, mereka menggunakan burka. Hal itu bukan berarti seorang perempuan harus terus menggunakan burka dan agama Islam pun hanya menganjurkan perempuan untuk menutupi aurat tubuhnya, bukan berarti satu badan harus ditutupi. Selain itu, Taliban seolah-olah menggunakan dasar bahwa mereka itu suci jadi tidak boleh ada orang asing, seperti wartawan yang meliput aktivitas mereka. Padahal di agama Islam tidak pernah menyatakan bahwa orang yang merenggut kemerdekaan orang lain dikatakan sebagai yang suci. Taliban hanya menggunakan ‘kesucian’ mereka sebagai dasar untuk menghukum mati seorang wartawan asing. Jadi, agama dalam film ini benar-benar dijadikan sebagai topeng untuk menutupi kejahatan Taliban dalam merenggut kemerdekaannya.

4.Menurut Anda, apa yang sebaiknya dilakukan tokoh agama dalam menerapkan ajaran agama pada umatnya?
Ketika seseorang menjadi tokoh agama, berarti ia adalah seseorang yang akan dijadikan panutan oleh umat-umatnya. Sebelum dia menerapkan ajaran agamanya, seharusnya dia benar-benar menangkap dulu esensi dari agama dan ajaran agamanya dia. Ketika dia sudah mengerti esensi agama dan ajaran agamanya, maka ia baru bisa menginterpretasikan ajaran agamanya yang dibuat jaman dahulu dengan keadaan yang sekarang karena seharusnya ajaran agama dinamis, bisa digunakan kapanpun, tinggal bagaimana kita menginterpretasikannya saja. Tokoh agama harus mampu menunjukkan hubungan ajaran agamanya dengan keadaan yang sekarang agar tetap bisa digunakan umatnya dalam kehidupan sehari-hari dan agar umatnya tidak menyalahgunakan ajaran agamanya.

5.Dialog apa di film ini yang menunjukkan bahwa ajaran agama Islam disalahgunakan?
Ketika Taliban ingin melakukan penghukuman kepada wartawan, seorang wanita dan Osama. Di awal kata-katanya, ia mengucapkan ‘Dalam hukum Taliban yang suci, orang-orang ini akan dihukum’. Ini menjadi landasan dia untuk menghukum mati seorang wartawan asing, mengubur hidup-hidup seorang wanita, dan menikahi seorang anak yang masih di bawah umur. Jika di adegan-adegan sebelumnya, penyimpangan ajaran agama masih terlihat implicit, di adegan ini, penyimpangan ajarannya benar-benar terlihat. Saya rasa mereka tidak mengetahui esensi ajaran agamanya tersebut hanya menerima bulat-bulat apa yang tersurat dalam kitab sucinya, padahal seharusnya jika Taliban itu mengetahui esensi ajarannya, seharusnya ia takkan melakukan perbuatan kejam seperti itu.



if you are too curious to know how the movie is, just grab it the nearest dvd store or may be you can download it. you won't regret after watching this, despite the unclear ending but overall it's a really good movie!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar